Keempat :
Dalam Pembelajaran Orang Dewasa (Andragogi), saya ingin membangun kesadaran mahasiswa yang berbasis HATI pada tiga ranah pembelajaran (taksnomi bloom) yang lazim dalam dunia pendidikan, yaitu :
- Ranah Kognisi (nalar)
- Ranah Afeksi (rasa atau empati)
- Ranah Psikomotorik (praktis)
Harapan dosen selalu ada, semoga mahasiswa mampu terasah tiga ranah tersebut, sebagai indikator sukses dan tidaknya proses pembelajaran di kelas. Oleh karena itu, dalam pembelajaran mata kuliah Ayat dan Hadis Ekonomi (AHE) ini, saya menggunakan 2 (dua) pendekatan, yaitu (1) "Galau"-nya Rasulullah SAW, dan (2) "Keteraturan" Singapura sebagai negara.
Penjelasan pendekatan pertama begini :
Ketika paman Rasulullah SAW (Abu Thalib) meninggal dunia, beliau merasa "galau", karena pamannya meninggal dalam keadaan tidak memeluk Islam. "Galau"nya Rasullullah SAW dijawab oleh Allah dalam QS al-Qashas (28) : 56, yang intinya bahwa : "Muhammad, kewajibanmu adalah menyampaikan (memberi pengetahuan) tentang Islam kepada manusia (dalam tafsir disebut hidayah al-irsyad), adapaun tentang tergeraknya hati untuk memeluk Islam adalah urusanku (dalam tafsir disebut hidayah al-taufiq)"
Maknanya, pada mata kuliah Ayat dan Hadis Ekonomi (AHE) ini, saya sebagai dosen hanya menunjukan berbagai hal tentang pembelajaran mata kuliah ini, tentang tergerak atau tidaknya HATI mahasiswa untuk belajar adalah urusan Allah SWT., semoga terjadi switching (lompatan) perubahan pada diri mahasiswa.
Penjelasan pendekatan kedua begini :
Semua
orang hampir mengakui bahwa Singapura adalah negara (kota) yang
teratur, tertata rapi, bersih, dan lain sebagainya. Jika dianalisis
secara sederhana, ada dua cara yang dilakukan oleh aparatur negara untuk
mengelolanya, dengan cara : pertama, membangun kesadaran kepada warga negaranya untuk hidup teratur di semua aspek, tetapi
tentunya masih ada warga yang sulit diajak kesadarannya untuk hidup
teratur. Oleh karena itu, negara menggunakan cara yang kedua, yaitu memaksa warga negaranya untuk hidup teratur, misalnya dengan denda, hukuman penjaran (bagi warga negara yang melanggar), dan lain sebagainya.
Maknanya, dalam pembelajaran mata kuliah Ayat dan Hadis Ekonomi (AHE) ini, saya tidak akan menggunakan cara kedua yang dilakukan oleh Singapura dalam menata negaranya, yaitu memaksa mahasiswa untuk belajar dalam memahami dan menguasai mata kuliah Ayat dan Hadis Ekonomi (AHE) ini. Tetapi saya akan memilih cara pertama yang dilakukan oleh Singapura dalam menata negaranya, yaitu membangun kesadaran, bahwa mahasiswa adalah orang dewasa yang dengan HATI-nya harus memiliki kesadaran untuk menata tiga ranah pembelajaran di atas, agar pantas disebut sebagai ORANG DEWASA yang sedang belajar. Semoga begitu.
Berkaitan dengan capaian pembelajaran dalam kurikulum KKNI yang berbasis outcome, maka mata kuliah Ayat dan Hadis Ekonomi (AHE) berorientasi pada kompetensi mahasiswa agar mampu :
1. Membaca Ayat dan Hadis yang berhubungan dengan Ekonomi
2. Menulis Ayat dan Hadis yang berhubungan dengan Ekonomi
3. Menghafal Ayat dan Hadis yang berhubungan dengan Ekonomi
4. Memahami Ayat dan Hadis yang berhubungan dengan Ekonomi
Kompetensi tambahan, namun penting, adalah kompetensi mahasiswa untuk mengenal dan mengoperasikan software yang berkaitan dengan Ayat dan Hadis Ekonomi, baik penulisan maupun pelacakan sumber.
Semoga bisa memahami tulisan ini.
Kritik dan saran, saya tunggu untuk memperlancar interaksi pembelajaran di kelas